27 Bank Kucurkan Kredit Fiktif, Izin Sudah Dicabut

alumnikampus.com – Hingga Maret 2015, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah memberikan kuasa kepada Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaporkan tindak pidana perbankan atas 27 bank yang telah dicabut izin usahanya.‎

Direktur Eksekutif Hukum LPS Robertus Bilitea mengatakan, ‎dari angka tersebut, 8 bank di antaranya telah selesai proses hukumnya, sedangkan 19 bank masih dalam proses hukum.

“Kebanyakan kasusnya adalah pemberian kredit fiktif, itu mendominasi, kedua dana nasabah dicairkan oleh bank, deposito diambil, setoran tidak disetor, ini yang paling banyak,” kata dia ‎di acara seminar Optimalisasi Pengejaran Aset Tindak Pidana Perbankan di Hotel Atlet Century, Jakarta, Senin (11/5/2015).

Robertus merinci, dari jumlah tersebut, 5 BPR/BPRS dalam proses investigasi oleh BI, 12 bank yang terdiri dari 1 bank umum dan 11 BPR/BPRS dalam proses penyidikan, dan 1 BPR dalam proses pengadilan dan sudah diputus pada tingkat pertama.

Pada tahun 2015 ini, LPS telah melaporkan pemegang saham salah satu BPR yang dilikuidasi, yang diduga telah melakukan tindak pidana menghambat proses likuidasi sebagaimana diatur dalam pasal 95 ayat 1 jo pasal 47 ayat 3 UU LPS.

Selain melakukan laporan pidana, LPS juga m‎engajukan gugatan perdata kepada pihak yang menjadi penyebab bank gagal. Gugatan perdata didasarkan pada ketentuan pasal 9 huruf a ke 4 UU LPs dan 1365 KUH Perdana yaitu perbuatan melanggar hukum.

Sebagai contoh, gugatan terhadap Sugiarto alias Alay cs di Pengadilan Negeri Tanjung Karang Lampung (ex pemegang saham dan pengurus BPR Tripanca Setiadana).

Gugatan LPS telah dikabulkan di tingkat pengadilan negeri dan tergugat dihukum membayar ganti rugi sebesar Rp 312 miliar.

Gugatan perdata dimaksudkan untuk me-recovery kerugian LPS atas selisih pembayaran klaim penjaminan, dana talangan yang harus dibayar oleh LPS dengan hasil likuidasi terhadap bank yang dicabut izin usahanya.

Sayangnya, LPS tidak menyebutkan berapa besaran aset dari 27 bank yang dilikuidasi.

“Angka asetnya saya nggak hapal ya,” tandasnya.

Sumber: _http://finance.detik.com/read/2015/05/11/164756/2912054/5/2/27-bank-kucurkan-kredit-fiktif-izin-sudah-dicabut

Dapatkan Artikel Menarik Lainnya!

Ayo Langgangan artikel Alumni Zone