Emosi Hakim Bungkam Eggi Sudjana Kuasa Hukum Sutan Bhatoegana

Alumnikampus.com – Hakim tunggal Asiadi Sembiring tak bisa menahan emosinya ketika kuasa hukum Sutan Bhatoegana, Eggi Sudjana mencecar saksi ahli yang dihadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Adnan Paslyadja. Itu terjadi dalam sidang gugatan praperadilan Sutan melawan KPK di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (9/4).

Asiadi sampai mengetok palu hingga kencang dan membuat ruang sidang 3 PN Jakarta Selatan hening. Hal itu disebabkan kericuhan yang timbul sewaktu Eggi mencecar ahli mengenai mekanisme penetapan tersangka sebagaimana diatur dalam KUHAP.

“Saya hakimnya. Saya yang memimpin sidang. Tolong hormati pengadilan ini,” bentak Asiadi sambil mengetuk-ngetuk palu.

Eggi Sudjana serta anggota kuasa hukum Sutan lainnya langsung terdiam. Tim kuasa hukum KPK yang awalnya menginterupsi Eggi yang ngotot menanyai Adnan juga ikut terdiam. Termasuk pengunjung sidang dan ahli.

Emosi Asiadi tersulut ketika Eggi menanyai pendapat ahli mengenai Pasal 51 KUHAP yang memuat hak tentang tersangka untuk diberitahukan dengan jelas dalam bahasa yang dimengerti mengenai pentersangkaan yang dikenakan kepada kliennya saat pemeriksaan dimulai.

Pertanyaan yang disampaikan Eggi adalah, apakah penyidik bersikap benar apabila tersangka menanyakan perihal perkara yang dituduhkan kepadanya namun dijawab si penyidik, hal itu dapat diketahui dalam persidangan.

Adnan mengaku tidak bisa menjawabnya. Namun Eggi tak puas hingga mencecarnya dengan nada tinggi, “Kenapa tidak bisa menjawab ? Menurut saya….” pernyataan Eggi langsung dipotong oleh Hakim Asiadi.

Asiadi menilai, sikap Eggi tak patut. Ahli hanya menjawab apa yang diketahuinya sesuai dengan kapasitas atau kepakarannya. Sikap Eggi tersebut dianggap sebagai bentuk pemaksaan.

“Saudara ahli sudah mengatakan bahwa dia tidak dapat menjawab, kenapa Anda paksa juga ?” kata Asiadi.

Sewaktu Eggi menyanggah pertanyaan hakim, anggota kuasa hukum KPK Yadyn mengajukan keberatannya, yang langsung direspons dengan emosi oleh Asiadi, “Tolong hormati pengadilan ini, walaupun ruang pengadilannya sederhana,” katanya sambil mengetuk palu.

Bukan kali pertama Asiadi tersulut emosi. Sewaktu membuka sidang, 23 Maret 2015 sebelum menundanya hingga 6 April 2015, adu argumen antara dirinya dengan Eggi Sudjana juga terjadi.

Asiadi menolak permintaan pemohon memperbaiki berkas permohonan dengan menambah posita baru terkait tindakan KPK melakukan penyitaan aset milik Sutan termasuk keabsahan penyidik KPK. Hakim Asiadi menilai, jika hal itu dilakukan sama saja pemohon mengajukan gugatan baru.

Menurut Hakim Asiadi, perbaikan permohonan harus dilakukan dalam persidangan setelah para pihak sepakat. Tidak bisa pemohon langsung mengajukan perbaikan permohonan dalam sidang yang tidak dihadiri termohon.

“Perbaikan itu di dalam persidangan. Kalau di luar persidangan nanti dituduh ada persidangan gelap, repot saya. Nanti serahkan di kepaniteraan kalau ada perbaikan, namanya perbaikan pada bagian mana penambahan, apa saja yang ditambah,” katanya.

Emosi Asiadi juga tersulut sewaktu sidang dengan agenda mendengarkan permohonan pemohon digelar, 6 April 2015. Penyebabnya, berkas permohonan yang dibacakan Eggi sewaktu menyampaikan perubahan dalam butir 10 permohonannya mengenai keabsahan penyidik perkara Sutan secara lisan, tidak sesuai dengan permohonan asli yang telah teregister.

“Yang diterima termohon berbeda dengan kami. Padahal yang kami berikan tindasan dari sini (yang asli),” kata Asiadi.

Persidangan terus berlanjut setelah berkas permohonan asli yang dipegang Asiadi disepakati digunakan dalam proses persidangan.

sumber: _http://www.beritasatu.com/nasional/264181-emosi-hakim-bungkam-kuasa-hukum-sutan-bhatoegana.html

Dapatkan Artikel Menarik Lainnya!

Ayo Langgangan artikel Alumni Zone