Indonesia Terancam Neoliberalisme dan Neoimperalisme

Indonesia Terancam Neoliberalisme dan Neoimperalisme

Sabtu 14 maret 2015 gerakan mahasiswa pembebasan iain ib padang mengadakan Islamic Intelectual Challenges dengan thema : neo liberalisme dan imprealisme mengancam indonesia, acara yg dimulai pukul 08. 30-12.15 di aula Fakultas Ushuludin IAIN Imam Bonjol padang di ikuti lebih kurang 400 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai kampus yang ada di kota padang. Ustadz Radno sebagai pemateri pertama menjelaskan akan ancaman yg akan terjadi di indonesia, baik ancaman indonesia yg akan dibagi menjadi 7 negara bagian termasuk ancaman akan peran negara yang beralih dari pelayan rakyat menjadi semacam perusahaan yang hanya bertugas sebagai legislator.

Tentu ini membahayakan bagi indonesia sebab rakyat akan dicekik dengan kebijakan yang dikendalikan oleh perusahaan swasta yang telah dikuasai asing inilah yang musti diketahui oleh mahasiswa sebagai agen perubahan sebab jika ini dibiarkan, maka siap-siap rakyat indonesia akan digorok melalui sistem yang ada hal ini tampak dengan kebijakan program BPJS dimana katanya jaminan tapi harus bayar iuran premi yang rencananya akan dinaikkan, berikutnya masyarakat akan dikenakan penambahan pembayaran pajak, dari tadinya tidak dikenai pajak besok akan dikenai pajak, misal jalan tol dipajak , warteg, bahkan batu akikpun sudah dipajak. Inilah sistem neo liberalisme dan imprealisme.
Dikesempatan lain ustadz rozi syaferi selaku pemateri kedua lebih detail menjelaskan bahaya neo liberalisme dan imprelisme jika dilihat dari sudut aqidah dan syari’ah Islam dan beliau mengingatkan bahwa penjajahan yang terjadi saat ini tidak seperti penjajahan fisik namun penjajahan saat ini berupa kebijakan melalui sistem sebut saja misalnya undang-undang kelistrikan, undang-undang minerba dan undang-undang jaminan dalam pemaparan selingan, mahasiswa yang hadir dingatkan bahwa rakyat kini tengah dibodohi saat emas di freeport ditambah izin pertambangannya oleh pemerintah kita malah di sibukkan dengan batu akik padahal emas dipapua banyak terkandung didalammnya barangkali issue ini sengaja diangkat agar rakyat indonesia lupa bahwa emas yang ada dipapua dengan jumlah ribuan ton tidak menjadi issue hangat.
Sebagai muslim kita tidak mencukupkan diri dengan mengatahui fakta rusak karena kita sudah menyadari bahwa indonesia sedang sakit lalu mencari apa akar masalahnya langkah berikutnya tutur Ustadz Rozi kita musti mengobati yg obatnya dari yang menciptakan kita bukan dari manusia yang insya Allah jika kita pilih maka semua aktivitas kita senantiasa dalam ridho Allah SWT.

Sumber: youtube.com

Dapatkan Artikel Menarik Lainnya!

Ayo Langgangan artikel Alumni Zone