Jokowi Beri ‘Restu’ kepada Total untuk Lanjutkan Garap Blok Mahakam

Alumnikampus.com – Total Group menyatakan akan tetap menanamkan investasinya untuk blok migas Mahakam, Kalimantan Timur, meskipun blok itu dikelola oleh pemerintah mulai 2018. Nantinya, perusahaan asal Prancis itu akan bekerja saama dengan Pertamina.

“Saya telah sampaikan ke presiden. Total tetap berniat untuk investasi, dan siap melakukannya bersama-sama dengan perusahaan nasional,” ujar CEO Total Group Patrick Pouyanne usai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, Jumat (15/5/2015).

Pouyanne menuturkan, Presiden memberikan ‘restu’ kepada Total untuk kembali masuk melakukan investasi di Indonesia. Menurut dia, hal tersebut tak lepas dari komitmen Total mengembangkan lahan minyak dan gas di Indonesia selama 50 tahun.

“Kami masih akan investasikan sekitar 1,5 miliar dollar hingga 2 miliar dollar AS setahun. Karena itu, tentu sangat penting mendapat kepastian masa depan mengenai Mahakam di tahun 2018. Sekali lagi Total tetap berada di Indonesia,” ucap Pouyanne.

Lebih lanjut, Total juga siap bekerja sama dengan Pertamina yang ditunjuk pemerintah mengelola blok yang banyak menghasilkan gas alam cair itu (Liquid Natural Gas/LNG). Dalam waktu dekat, rincian kerja sama Total dengan Pertamina akan disusun.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, Presiden memberikan waktu satu bulan kepada Pertamina dan Total untuk menyusun kerja sama yang saling menguntungkan. Tak hanya kerja sama dalam pembagian saham, Sudirman menuturkan kerja sama Pertamina dengan Total juga mengharuskan adanya alih teknologi. Sehingga, nantinya Pertamina bisa menjadi operator tunggal untuk Blok Mahakam.

“Mereka bersiap untuk kerja sama dengan pertamina, top leadership confirm untuk kerja sama ke depan. Ini akan mudahkan untuk negosiasi lebih lanjut. Dalam 2-3 minggu ke depan akan ada konklusi yang saling beri manfaat satu sama lain,” ujar Sudirman.

Kontrak bagi hasil blok Mahakam ditandatangani tahun 1967, kemudian diperpanjang pada tahun 1997 untuk jangka waktu 20 tahun sampai tahun 2017. Kegiatan eksplorasi yang dilakukan pada tahun 1967 menemukan cadangan minyak dan gas bumi di Blok Mahakam tahun 1972 dalam jumlah yang cukup besar.

Cadangan (gabungan cadangan terbukti dan cadangan potensial atau dikenal dengan istilah 2P) awal yang ditemukan saat itu sebesar 1,68 miliar barel minyak dan gas bumi sebesar 21,2 triliun kaki kubik (TCF). Dari penemuan itu maka blok tersebut mulai diproduksikan dari lapangan Bekapai pada tahun 1974.

Produksi dan pengurasan secara besar-besaran cadangan tersebut di masa lalu membuat Indonesia menjadi eksportir LNG terbesar di dunia pada tahun 1980-2000. Kini, setelah pengurasan selama 40 tahun, maka sisa cadangan 2P minyak saat ini sebesar 185 juta barel dan cadangan 2P gas sebesar 5,7 TCF.

Pada akhir maka kontrak tahun 2017 diperkirakan masih menyisakan cadangan 2P minyak sebesar 131 juta barel dan cadangan 2P gas sebanyak 3,8 TCF pada tahun 2017. Dari jumlah tersebut diperkirakan sisa cadangan terbukti (P1) gas kurang dari 2 TCF.

sumber: _http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/05/15/211411326/Jokowi.Beri.Restu.kepada.Total.untuk.Lanjutkan.Garap.Blok.Mahakam?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

 

Dapatkan Artikel Menarik Lainnya!

Ayo Langgangan artikel Alumni Zone