Keutamaan Sedekah: Mayitpun Mau bersedekah!

Alumnikampus.com – Kelak manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya dihadapan pengadilan Allah SWT, pengadilan yang paling adil, bahkan amalan baik atau buruk sebesar “zarrah” (seperti biji sawi) pun akan kita pertanggungjawabkan. Mari mengoreksi diri kita sendiri, apakah amalan kebaikan kita lebih banyak dari keburukan yang telah kita lakukan? Artikel ini memuat tentang kisah dalam al Qur’an yang di kabarkan Allah SWT, kenapa seorang mayit memilih “BERSEDEKAH” jika bisa kembali hidup ke dunia?

Semoga Bermanfaat..

__________

keutamaan-sedekah

Sebagaimana firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (٩) وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ –

Dalam Al Qur’an surat al Munafiqun, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah…” {QS. Al Munafiqun: 10}

Kenapa dia (si Mayit) tidak mengatakan,

“Maka aku dapat melaksanakan umroh” atau

“Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa” dll?

Berkata para ulama,

Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal…

Maka, perbanyaklah bersedekah, karena seorang mukmin akan berada dibawah naungan sedekahnnya…

Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda yang artinya,

“Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkara-perkara di antara manusia.” (HR. Ahmad)

Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yang sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka…

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan yang artinya,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim)

Syeikh Maher al'Mueaqly hafidzahullah

Dan biasakan, ajarkan anak-anak kita untuk bersedekah… Karena siapa saja yang mempraktekkan isi artikel ini, dan mengajarkannya untuk generasi berikutnya, maka pahala-nya akan kembali kepada anda Insya Allah.

Tulisan ini dibuat oleh Syeikh Maher al’Mueaqly hafidzahullah (Imam Masjidil Haram) yang penulis ubah dengan gaya bahasa penulis untuk memudahkan pemahaman kita terhadap pentingnya bersedekah.

Dapatkan Artikel Menarik Lainnya!

Ayo Langgangan artikel Alumni Zone