Mahasiswa mulai ‘bergerak’ tuntut hingga minta Jokowi turun

 

Dimulai sejak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak lama setelah dilantik jadi orang nomor satu di negeri ini. Kemudian tarif dasar listrik, gas elpiji dan bahan pokok juga ikut naik tak berselang lama.

Tidak hanya kebijakan yang ‘mencekik’ rakyat kecil secara langsung, namun juga hiruk pikuk politik membuat citra Jokowi semakin turun di masyarakat. Misalnya saja soal perseteruan antara KPK vs Polri hingga aksi kriminalisasi terhadap dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, serta aktivis antikorupsi yang dilaporkan ke polisi.

Hal ini rupanya membuat sejumlah mahasiswa di Indonesia gerah. Setelah sempat tak terdengar suaranya, ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia dan para ikatan alumni menggelar aksi massa di kampus UI, Salemba, Jakarta kemarin. Berbagai tuntutan suarakan oleh para mahasiswa.

Tak cuma hanya terjadi di Jakarta, aksi mahasiswa protes terhadap kebijakan Jokowi juga terjadi di Solo sampai ke Medan. Beragam tuntutan disampaikan, ada pula aksi yang meminta agar Jokowi turun dari kursi presiden karena dinilai gagal memimpin negeri ini.

1. Mahasiswa UI tuntut Jokowi tegas berantas korupsi

Merdeka.com – Ratusan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Depok berkumpul di kampus Salemba, Jakarta. Ratusan mahasiswa terlihat hadir dalam rangka menyerukan gerakan anti korupsi.

Pantauan merdeka.com, Jumat (20/3), mahasiswa BEM UI itu datang tiba sekitar Pukul 13.40 WIB. Mereka serukan luangkan waktu satu hari untuk gerakan anti korupsi.

“Ini bukan soal Abraham Samad, Ini bukan Bambang Widjojanto, ini bukan soal KPK. Ini soal hidup kita, ini soal hak kita,” ucap perwakilan alumni UI yang sedang berorasi.

“Kalau Pak Jokowi berani mengeksekusi para narkoba. Tapi korupsi itu sebenarnya jauh lebih jahat dari itu,” tutur dia.

Dalam aksinya, BEM UI se-Indonesia menyatakan sikap untuk melawan koruptor dan segala bentuk pelemahan pemberantasan korupsi. Mereka pun mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintahan Jokowi-JK.

Mahasiswa meminta agar pemerintah perkuat KPK sebagai lembaga pembawa gerbong rezim antikorupsi. Kedua, reformasi Polri dan lembaga peradilan demi terwujudnya institusi yang bebas KKN. Ketiga, bersihkan demokrasi dari oligarki. Keempat, turunkan harga dengan memberantas mafia.

2. Mahasiswa Medan minta Jokowi turun

Merdeka.com – Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Medan, Jumat (20/3). Mereka yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara ini menyatakan mereka kecewa dengan kinerja Presiden Jokowi.

Salah satu bentuk kegagalan itu adalah memburuknya kondisi perekonomian Indonesia. “Turunkan Jokowi,” teriak pengunjuk rasa di lokasi, Jumat (20/3).

Dalam aksinya, pengunjuk rasa memajang poster bergambar sosok mirip Presiden Jokowi dengan hidung panjang. “Dia adalah pembohong, Presiden Pinokio,” kata Mangaraja Halomoan Harahap, seorang pendemo.

Pengunjuk rasa juga membawa korek kuping raksasa dan membersihkan bagian telinga pada gambar di poster. Aksi itu sebagai simbol agar pemerintah mendengarkan suara rakyat.

Pengunjuk rasa menganggap pemerintah tidak becus menghadapi terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Presiden Jokowi dinilai tidak memiliki kebijakan yang mumpuni untuk mengatasi ketidakstabilan harga bahan pokok, tarif dasar listrik dan elpiji.

“Jika sampai 20 Mei tidak peduli, selayaknya turun,” kata Mangaraja.

Bukan hanya itu, pendemo juga menginjak-injak poster bergambar sosok mirip Presiden Jokowi itu. Mereka bahkan membakarnya. Akibat aksi ini, arus lalu lintas di sekitar Bundaran Majestik jadi terganggu. Kendaraan di sana menjadi padat merayap.

sumber: _https://www.youtube.com/watch?v=JMk633mk0l0

Dapatkan Artikel Menarik Lainnya!

Ayo Langgangan artikel Alumni Zone