Ringkasan Tafsir al Qur’an surat an naba’ (berita besar)

Alumnikampus.com – Surat an naba’ merupakan surat special buat penulis, karena dalam surat ini Allah SWT menjelaskan bagaimana keadaan manusia kelak di akhirat yang terbagi dalam 2 golongan yakni yang selamat dan celaka. Semoga dengan penulisan artikel ini semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT serta meninggalkan hal-hal yang mubah dan tidak bernilai pahala. Sebab kita semua tidak tahu dengan amalan mana dan kapan kita mendapat ridha Allah SWT. Selamat membaca.

Pelajaran dari al Qur’an surat an naba’

Allah Ta’ala berfirman seraya mengingkari orang-orang muysrik dalam hal pertanyaan yang mereka ajukan mengenai hari kiamat, yakni pengingkaran terhadap kejadiannya “tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita besar”. Yakni mengenai hal itu manusia terbagi menjadi 2 golongan: beriman kepadanya dan kufur kepadanya. Selanjutnya Allah berfirman seraya mengancam orang-orang yang mengingkari hari kiamat. Yang demikian merupakan ancaman keras sekaligus kecaman yang tegas.

Selanjutnya Allah SWT menjelaskan kekuasaan-Nya yang agung untuk menciptakan berbagai keanehan dan keajaiban yang menunjukkan Kebesaran-Nya di alam semesta ini tak terkecuali menyangkut hari kiamat. Dia menciptakan gunung-gunung sebagai pasak bumi sehingga menjadikan bumi yang terhampar luas ini tenang, diam dan tidak mengguncangkan para penghuninya.

Allah melanjutkan dengan suratnya yakni menciptakan manusia berpasang-pasangan yakni laki-laki dan perempuan, yang masing-masing bisa bersenang-senang satu dengan yang lain, sehingga dengan demikian terjadi regenerasi manusia yakni melestarikan keturunan.

Dalam urusan pengaturan waktu di dunia inipun tak luput dari petunjuk al Qur’an, bahwa Allah menjadikan malam sebagai pakaian yakni gelap dan hitamnya membuat manusia tenang. Sedangkan waktu siang hari untuk mencari penghidupan. Allah juga mencipkan 7 langit dengan keluasan, ketinggian, dan keutuhan serta perhiasannya bintang-bintang yang menetap pada tempatnya dan planet-planet yang berputar pada porosnya. Oleh karena itu Allah menciptakan matahari yang mampu menyinari seluruh alam khususnya planet bumi. Semuanya merupakan bukti kekuasaan Allah SWT.

Seruan Allah SWT dalam memberi pelajaran kepada manusia sangat unik dan mendalam. Dalam surat an naba’ ini pelajaran awal yang disampaikan kepada manusia adalah berkaitan dengan hal-hal yang manusia butuhkan untuk hidup, karena memang manusia itu makhluk hidup. Hamper sebagian besar makhluk hidup membutuhkan air, sehingga Allah menciptakan mendung yang mengandung air yang tercurah yang pada waktu dan tempat tertentu mendung itu mengeluarkan air yang banyak lagi baik dan bermanfaat serta penuh berkah. Air juga dibutuhkan oleh tumbuhan, yang mampu menghasilkan buah-buahan beraneka ragam yang sangat di sukai manusia.

Pelajaran selanjutnya Allah SWT memberitahukan tentang hari kiamat dimana waktunya tidak ada berkurang dan berlebih, akan datang sesuai dengan ketetapan Allah SWT. Pada saat itu manusia berkelompok mengikuti nabi dan rasulnya masing-masing. Sehingga dalam kontek kekinian bukti nyata kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan menjalankan perintah Allah dan berdakwah mengikuti cara dan metode yang telah beliau lakukan. Silahkan baca artikel lengkapnya tentang metode dakwah nabi dalam website ini.

tafsir-an-naba-1-728

Gambaran kondisi para penguhuni neraka

“Sesungguhnya neraka jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, yaitu tempat pengintai yang sudah disiapkan, “bagi orang-orang yang melampaui batas” yaitu mereka adalah para penentang, para pelaku kemaksiatan, dan pembangkang kepada Allah dan Rasul-Nya. Neraka menjadi tempat kembali dan tempat menetap.

Mereka tinggal di dalam neraka dalam waktu yang lama bahkan kekal. Mereka tidak merasa kesejukan dan tidak pula mendapatkan minum di dalam neraka, kecuali minuman yang mendidih dan dari nanah dan darah. Penjelesan tentang al ghassaaq yang berarti nanah, keringat, air mata dan luka penghuni neraka akan dibahas pada pembahasaan surat shad (insya Allah).

Semua ini merupakan balasan dari terhadap manusia yang menentang dan mendustakan ayat-ayat Allah SWT. Dimana seluruh perbuatan manusia telah dicatat untuk nanti di akherat dibuka dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT dan dibalas berdasarkan amal perbuatannya. Kepada penghuni surga dikatakan ”karena itu rasakanlah. Dan kami sekali-kali tidak akan menambah kepadamu selain daripada adzab”. Semoga kita termasuk orang-orang yang ingat dan selamat dari siksa neraka. Aamiin..

Gambaran kondisi para penguhuni surga

Setelah menjelaskan kondisi keadaan neraka, selanjutnya Allah SWT menjelaskan kondisi penghuni surga yang mendapat kemenangan yakni mereka yang selamat dan beruntung dari neraka. Didalamya terdapat kebun-kebun kurma dan yang lainnya, “yaitu kebun-kebun dan buah anggur. Dan gadis-gadis remaja yang sebaya, yakni bidadari yang masih gadis dan montok”. “dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)”. Ibnu “Abbas mengatakan “yakni yang penuh lagi berturut-turut”. Di dalamnya juga tidak terdapat perkataan yang tidak bermanfaat dan perkataan dosa dan dusta dan semua penghuninya selamat dari segala kekurangan. Semua kondisi diatas sebagai balasan Allah SWT kepada mereka sebagai karunia, anugrah, kebaikan dan rahmat-Nya.

Singkatnya kehidupan para penguhi surga adalah kebahagiaan sangat berbeda denga kehidupan penghuni neraka. Puncak kebahagiaan dalam surga adalah bertemu dengan Allah SWT, berbicara dengan-Nya sebagai nikmat dan rahmat yang Allah berikan kepada yang dikehendaki-Nya. “Pada saat malaikat dan manusia berdiri bershaff-shaff, mereka tidak berkata-kata, melainkan dengan izin-Nya”.

Penyesalan orang kafir bahkan mereka berandai-andai menjadi tanah

Itulah hari yang pasti terjadi, yakni hari yang pasti akan terjadi dan tidak mungkin tidak. “maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada rabb-Nya. “yakni tempat kembali dan jalan yang dijadikan petunjuk kepada-Nya. Sesungguhnya Allah telah memperingatkan kepada orang-orang kafir siksa yang dekat. Yakni hari kiamat, untuk mempertegas kepastian terjadinya, sehingga iapun menjadi dekat, karena setiap yang akan datang itu pasti datang.

Pada saat manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh tangannya. Orang-orang kafir berkata: “alangkah baiknya kiranya aku dahulu adalah tanah”. Maksudnya pada hari itu orang kafir berangan-angan andai saja dahulu mereka di dunia hanya sebagai tanah dan bukan sebgai makhluk serta tidak juga keluar menjadi berwujud. Hal itu mereka katakan ketika melihat adzab Allah SWT dan mereka melihat amat buruk perbuatan mereka.

Sumber: tafsir ibnu katsir surat an naba’

Dapatkan Artikel Menarik Lainnya!

Ayo Langgangan artikel Alumni Zone