Tanggapan Terhadap Video Mahasiswa UI yang Menolak Ahok

Harapan baru dari kebekuan pergerakan mahasiswa

Video penolakan Ahok oleh mahasiswa UI bernama Boby Febri Krisdianto yang menjadi viral di media sosial, ada tanggapan dari BE Kornas BKLDK yang memberikan tanggapan. Alimudin Baharsyah selaku BE kornas BKLDK menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas keberanian menyampaikan kebenaran. Karena  disaat yang sama banyak mahasiswa muslim hanya terdiam melihat kebatilan ini. Dikatakan benar karena pemimpin kafir itu memang haram hukumnya berdasarkan Al Quran. Sedangkan Al Quran merupakan kitab suci yang tak seorangpun mampu membantah kebenarannya.

Ali juga menyampaikan salah satu ayat yang mengharamkan pemimpin kafir tertuang dalam surat An Nisa ayat 144. Allah SWT berfirman “wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menghukummu).”

Ibnu Hazm (456 H) juga berkata: “dan mereka (para ulama) telah sepakat bahwa kepemimpinana tidak diperbolehkan bagi perempuan, orang kafir, anak kecil yang belum baligh, dan juga juga tidak diperbolehkan bagi orang gila” (Maratib al ijma’; hal 208)

Berdasarkan dalil di atas sangat jelas,  bahwa pemimpin kafir itu haram hukumnya. Dan sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT wajib kita tinggalkan atau kita tolak. Apalagi jika orang kafir  itu termasuk pemimpin yang suka mendzolimi rakyatnya.

Ali juga menyampaikan, bahwa isi video itu bukan nada kebencian pada Individu, melainkan dakwah menyadarkan kaum muslim tentang haramnya menjadikan orang kafir sebagai pemimpin. Karena pada faktanya, masih ada sebagian kaum muslimin yang terang-terangan mendukung pemimpin kafir seperti Nusron Wahid (Liputan6.com 30/04/16).  Bahkan pemimpin kafir diusung juga oleh partai politik yang pemimpinnya mengaku beragama Islam seperti Golkar, Hanura dan Nasdem. (Tempo.com 25/06/16)

Jika kita renungkan secara mendalam, sesungguhnya akar masalah dari masalah ini karena Undang-undang di negeri ini yang membolehkan siapapun untuk menjadi pemimpin. Undang-undang dalam sistem demokrasi dibuat oleh sekumpulan manusia berdasarkan hawa nafsunya dan tidak berdasar Agama. Sehingga wajar jika aturan yang dilahirkan itu banyak bertentangan dengan Agama.

Maka satu-satunya cara agar umat Islam tidak dipimpin kafir adalah dengan menghapuskan sistem demokrasi kemudian diganti dengan sistem Islam (khilafah). Setelah itu  tidak akan ada lagi undang-undang yang bertentangan dengan Islam termasuk kebolehan pemimpin kafir. []

Dapatkan Artikel Menarik Lainnya!

Ayo Langgangan artikel Alumni Zone